Aksesibilitas Kaum Difabel Pada Ruang Publik
Senang rasanya bersama teman dan keluarga berjalan santai ke tempat-tempat yang bagus. Alun-alun, Mal, tempat rekreasi, dan ruang publik selalu menjadi tujuan bagi kita untuk melepaskan penat. Namun apa kita pernah memikirkan sedikit tentang akses untuk orang difable? Dan apakah tempat-tempat tersebut sudah memiliki sarana dan prasarana untuk orang difable juga?
Difabel adalah suatu keadaan dimana seseorang memiliki keterbatasan atau kekurangan dari tubuhnya (maaf – cacat). Menurut Undang-undang Republik Indonesia no 4 tahun 1997 , tentang Penyandang cacat, Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya.
Dari petikan undang-undang di atas tentunya keberadaan ruang publik harus memperhatikan atau paling tidak memberikan akses yang adil bagi penyandang difabel. Misalnya pemberian tangga pada ruang publik dilengkapi dengan tanjakan atau ramp. Pemberian akses tanjakan berguna bagi pengguna kursi roda maupun para manula agar lebih mudah untuk naik ke tempat yang lebih tinggi. Selain itu juga pegangan tangan juga membantu melengkapi ramp tersebut.
Aksesibilitas tersebut di atas juga dapat berguna bagi orang hamil, anak-anak, akses mengangkut barang dan sebagainya. Jadi bagaimana menurut teman-teman tentang keberadaan ruang publik di lingkungan teman-teman? apa sudah layak? Semoga ini menjadi PR bagi kita, pemerintah dan perencana untuk menyediakan akses bagi kaum difabel. Di negara-negara maju dan berkembang di luar sana sudah banyak yang menerapkan, jadi bagaimana dengan negara kita.
Silahkan memberi komentar tentang postingan ini… ide, saran dan kritik yang membangun saya terima dengan senang hati. Terima kasih…
Salam Arsitektur Lansekap
Postingan yang lain :
- Buat Taman Yuk !
- Hamparan Rumput Dalam Desain Taman
- Akses Taman Dengan Jalan Setapak
- Desain Pergola Untuk Taman
- Fasilitas Permainan Anak Di Dalam Taman


Wah, seych yang satu ini jalan-jalan terus neh di dunia maya
[Reply]
Ya Mas sedikit perhatian besar pengaruhnya bagi mereka…. semoga ada perhatian yang lebih bagi mereka semua… Salam kenal dan terima kasih sudah mampir…:D
[Reply]
Sudah sedikit saya jelaskan Mas… terimakasih sudah mampir
[Reply]
Ya begitu Mas… susaaaah banget
[Reply]
saya pikir semuanya sahabat kita, dan kita perlu memperhatikan mereka. apalagi di dukung dengan adanya legitimasi hukum nya.sepakat sekali saya om
[Reply]
Setuju…. tapi mau gimana lagi, Solusi yang tepat?
[Reply]
Hehehe.. susaaaah yaa mas
Salam Sayang
[Reply]
Ya memang seperti itu keadaannya Mas Yep… Dan ada baiknya kita terapkan dahulu di lingkungan sekitar kita….
[Reply]
Terima kasih sudah mampir Mas…. Salam kenal… semoga banyak yang perduli dengan keadaan sarana dan prasarana ruang publik di sekitar kita kelak… segera saya pasang linknya…
[Reply]
Salam kenal juga
[Reply]
Salam kenal dulu
[Reply]
Alhamdulillah ternyata masih banyak orang yang memikirkan dan memperhatikan orang yang memiliki keterbatasan salah satunya pemilik blog ini…
Saya pasang link anda di blog saya ya…syukur-jika dipasang balik
[Reply]
Setuju Mas…tapi mo bagaimana ya ? hal yang wajib dan umum saja sulit banget
[Reply]
Benar Mas… sudah saatnya pemerintah peduli akan sarana dan prasarana untuk ruang publik… terima kasih sudah mampir kembali…
[Reply]
Memang perlu penanganan serius oleh pemerintah memperhatikan para difabel agar mereka merasa diperhatikan.good posting friend
[Reply]
“Giant Surabaya ya… saya belum memperhatikan sekali ya… soalnya sudah lama sekali ngga kesana… tapi seharusnya difasilitasi Pak, bangunan mereka kan cukup besar… Untuk di luar negeri, memang negara maju sangat memperhatikan warga negaranya… semoga Indonesia semakin baik dengan WNI nya
. Terima kasih sudah mampir….”
[Reply]
“Iya memang Mas… kadang kepedulian, biaya, dan beberapa permasalahan yang lain menjadikan sarana untuk difabel terabaikan…”
[Reply]
“Mbak… kemungkinan untuk di busway (di haltenya kali ya…) lahan yang sempit menjadi kendala karena memang pembuatan ramp harus memiliki luas yang cukup… tapi tidak menutup kemungkinan dibuat ramp khusus difabel dengan membelokkan jalur ramp agar mencukupi kenyamanan untuk naik dan turun…”
[Reply]
Kalau saya perhatikan di Giant(hypermarket) Surabaya sudah ada fasilitas untuk itu,namun kayaknya baru untuk menuju lantai dasar.Untuk akses kelantai 2 kok saya belum lihat ya.
Kalau diluarn negeri,bus atau KA sudah ada untuk mereka yang cacat sehingga harus dikosongkan dari orang yang tidak cacat.
Mantap mas,ini semestinya menjadi bahan para pengelola ruang publik.
Salam
[Reply]
Di kantor sedang dibuat tangga dua sisi, satu berjenjang, satu lagi mengalir [bisa untuk naik kursi roda].
yang saya perhatikan, tangga penyeberangan di jakarta yang model lama begitu bentuknya. Kalo yang untuk busway malah tidak lagi…
[Reply]
Sangat tidak layak dan sangat susah ditemukan. biasanya fasilitas seperti itu hanya terbatas kota- kota besar seperti jakarta. di bandung pun saya jarang menemukannya….
[Reply]