Aksesibilitas Kaum Difabel Pada Ruang Publik

By Aditya, 14/07/2009 8:52 pm

tn_wheel_chair_symbol

Senang rasanya bersama teman dan keluarga berjalan santai ke tempat-tempat yang bagus. Alun-alun, Mal, tempat rekreasi, dan ruang publik selalu menjadi tujuan bagi kita untuk melepaskan penat. Namun apa kita pernah memikirkan sedikit tentang akses untuk orang difable? Dan apakah tempat-tempat tersebut sudah memiliki sarana dan prasarana untuk orang difable juga?

Difabel adalah suatu keadaan dimana seseorang memiliki keterbatasan atau kekurangan dari tubuhnya (maaf – cacat). Menurut Undang-undang Republik Indonesia no 4 tahun 1997 , tentang Penyandang cacat, Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk melakukan secara selayaknya.

Dari petikan undang-undang di atas tentunya keberadaan ruang publik harus memperhatikan atau paling tidak memberikan akses yang adil bagi penyandang difabel. Misalnya pemberian tangga pada ruang publik dilengkapi dengan tanjakan atau ramp. Pemberian akses tanjakan berguna bagi pengguna kursi roda maupun para manula agar lebih mudah untuk naik ke tempat yang lebih tinggi. Selain itu juga pegangan tangan juga membantu melengkapi ramp tersebut.

Aksesibilitas tersebut di atas juga dapat berguna bagi orang hamil, anak-anak, akses mengangkut barang dan sebagainya. Jadi bagaimana menurut teman-teman tentang keberadaan ruang publik di lingkungan teman-teman? apa sudah layak? Semoga ini menjadi PR bagi kita, pemerintah dan perencana untuk menyediakan akses bagi kaum difabel. Di negara-negara maju dan berkembang di luar sana sudah banyak yang menerapkan, jadi bagaimana dengan negara kita.

Silahkan memberi komentar tentang postingan ini… ide, saran dan kritik yang membangun saya terima dengan senang hati. Terima kasih…

Salam Arsitektur Lansekap

Postingan yang lain :

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

Postingan Menarik Lainnya

Sobat suka dengan tulisan di desainlansekap[dot]com? Sekarang sobat bisa berlangganan via email dan RSS Feed. Dapatkan juga Bonus E-book dari Info Taman jika Sobat berlangganan artikel
  • Silahkan ketik email sobat pada kolom dibawah ini.
  • Cek inbox email sobat, dan klik konfirmasi link subscription untuk mengaktifkan aktifitas berlangganan artikel kami via email.
  • Sobat juga bisa berlangganan via RSS Feed.
  • Alamat email Sobat dijamin 100% dirahasiakan.

Terima kasih telah berkunjung dan berlangganan di desainlansekap[dot]com

21 Responses to “Aksesibilitas Kaum Difabel Pada Ruang Publik”

  1. blogodolar says:

    Wah, seych yang satu ini jalan-jalan terus neh di dunia maya :D

    [Reply]

  2. Aditya says:

    Ya Mas sedikit perhatian besar pengaruhnya bagi mereka…. semoga ada perhatian yang lebih bagi mereka semua… Salam kenal dan terima kasih sudah mampir…:D

    [Reply]

  3. Aditya says:

    Sudah sedikit saya jelaskan Mas… terimakasih sudah mampir :D

    [Reply]

  4. Aditya says:

    Ya begitu Mas… susaaaah banget :D

    [Reply]

  5. sobatsehat says:

    saya pikir semuanya sahabat kita, dan kita perlu memperhatikan mereka. apalagi di dukung dengan adanya legitimasi hukum nya.sepakat sekali saya om

    [Reply]

  6. dedekusn says:

    Setuju…. tapi mau gimana lagi, Solusi yang tepat?

    [Reply]

  7. KangBoed says:

    Hehehe.. susaaaah yaa mas
    Salam Sayang

    [Reply]

  8. Aditya says:

    Ya memang seperti itu keadaannya Mas Yep… Dan ada baiknya kita terapkan dahulu di lingkungan sekitar kita….

    [Reply]

  9. Aditya says:

    Terima kasih sudah mampir Mas…. Salam kenal… semoga banyak yang perduli dengan keadaan sarana dan prasarana ruang publik di sekitar kita kelak… segera saya pasang linknya…

    [Reply]

  10. Aditya says:

    Salam kenal juga

    [Reply]

  11. Salam kenal dulu

    [Reply]

  12. chokey says:

    Alhamdulillah ternyata masih banyak orang yang memikirkan dan memperhatikan orang yang memiliki keterbatasan salah satunya pemilik blog ini…
    Saya pasang link anda di blog saya ya…syukur-jika dipasang balik

    [Reply]

  13. Yep says:

    Setuju Mas…tapi mo bagaimana ya ? hal yang wajib dan umum saja sulit banget :)

    [Reply]

  14. Aditya says:

    Benar Mas… sudah saatnya pemerintah peduli akan sarana dan prasarana untuk ruang publik… terima kasih sudah mampir kembali…

    [Reply]

  15. franky says:

    Memang perlu penanganan serius oleh pemerintah memperhatikan para difabel agar mereka merasa diperhatikan.good posting friend

    [Reply]

  16. Aditya says:

    “Giant Surabaya ya… saya belum memperhatikan sekali ya… soalnya sudah lama sekali ngga kesana… tapi seharusnya difasilitasi Pak, bangunan mereka kan cukup besar… Untuk di luar negeri, memang negara maju sangat memperhatikan warga negaranya… semoga Indonesia semakin baik dengan WNI nya :D . Terima kasih sudah mampir….”

    [Reply]

  17. Aditya says:

    “Iya memang Mas… kadang kepedulian, biaya, dan beberapa permasalahan yang lain menjadikan sarana untuk difabel terabaikan…”

    [Reply]

  18. Aditya says:

    “Mbak… kemungkinan untuk di busway (di haltenya kali ya…) lahan yang sempit menjadi kendala karena memang pembuatan ramp harus memiliki luas yang cukup… tapi tidak menutup kemungkinan dibuat ramp khusus difabel dengan membelokkan jalur ramp agar mencukupi kenyamanan untuk naik dan turun…”

    [Reply]

  19. Abdul Cholik says:

    Kalau saya perhatikan di Giant(hypermarket) Surabaya sudah ada fasilitas untuk itu,namun kayaknya baru untuk menuju lantai dasar.Untuk akses kelantai 2 kok saya belum lihat ya.

    Kalau diluarn negeri,bus atau KA sudah ada untuk mereka yang cacat sehingga harus dikosongkan dari orang yang tidak cacat.
    Mantap mas,ini semestinya menjadi bahan para pengelola ruang publik.
    Salam

    [Reply]

  20. isnuansa says:

    Di kantor sedang dibuat tangga dua sisi, satu berjenjang, satu lagi mengalir [bisa untuk naik kursi roda].

    yang saya perhatikan, tangga penyeberangan di jakarta yang model lama begitu bentuknya. Kalo yang untuk busway malah tidak lagi…

    [Reply]

  21. Deka says:

    Sangat tidak layak dan sangat susah ditemukan. biasanya fasilitas seperti itu hanya terbatas kota- kota besar seperti jakarta. di bandung pun saya jarang menemukannya….

    [Reply]

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

Panorama Theme by Themocracy